Bukti genetika manusia tertua yang pernah ada menjelaskan perselisihan atas leluhur kita

DNA illustration (stock image). | Credit: © adimas / stock.adobe.comBukti genetika manusia tertua yang pernah ada menjelaskan perselisihan atas leluhur kita

Informasi genetik dari fosil manusia berusia 800.000 tahun telah diambil untuk pertama kalinya. Hasil dari University of Copenhagen menjelaskan salah satu titik percabangan di pohon keluarga manusia, mencapai jauh lebih jauh ke masa lalu daripada sebelumnya.

Kemajuan penting dalam studi evolusi manusia telah dicapai setelah para ilmuwan mengambil data genetik manusia tertua yang ditetapkan dari gigi berusia 800.000 tahun milik spesies hominin Homo antecessor.

Temuan para ilmuwan dari University of Copenhagen (Denmark), bekerja sama dengan rekan-rekan dari CENIEH (Pusat Penelitian Nasional untuk Evolusi Manusia) di Burgos, Spanyol, dan lembaga lainnya, diterbitkan 1 April di Nature.

“Analisis protein purba memberikan bukti untuk hubungan yang erat antara Homo antecessor, kami (Homo sapiens), Neanderthal, dan Denisovans. Hasil kami mendukung gagasan bahwa Homo antecessor adalah kelompok saudara dari kelompok yang berisi Homo sapiens, Neanderthal, dan Denisovans,” kata Frido Welker, Postdoctoral Research Fellow di Globe Institute, University of Copenhagen, dan penulis pertama di koran.

Merekonstruksi pohon keluarga manusia

Dengan menggunakan teknik yang disebut spektrometri massa, para peneliti mengurutkan protein purba dari email gigi, dan dengan yakin menentukan posisi Homo antecessor di pohon keluarga manusia.

Teori tentang evolusi manusia

Fosil yang dianalisis oleh para peneliti ditemukan oleh ahli palaeoantropologi José María Bermúdez de Castro dan timnya pada tahun 1994 di tingkat stratigrafi TD6 dari situs gua Gran Dolina, salah satu situs arkeologi dan paleontologi Sierra de Atapuerca, Spanyol.

Keahlian kelas dunia

Temuan seperti ini dimungkinkan melalui kolaborasi luas antara bidang penelitian yang berbeda: dari paleoantropologi hingga biokimia, proteomik, dan genomik populasi.

Pengambilan bahan genetik kuno dari spesimen fosil paling langka membutuhkan keahlian dan peralatan berkualitas tinggi. Inilah alasan di balik kolaborasi strategis selama sepuluh tahun yang kini berlangsung antara Enrico Cappellini dan Jesper Velgaard Olsen, Profesor di Pusat Penelitian Protein Novo Nordisk, Universitas Kopenhagen dan penulis bersama di atas kertas.

Sumber : www.sciencedaily.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *